Beranda > Metaphor > Pulau Berkilau

Pulau Berkilau


Di sebuah pulau tinggallah sekelompok suku yang hidup dengan rukun dan damai, segala keperluan mereka tercukupi tanpa kekurangan. Dari pulau tersebut terlihat di kejauhan pulau yang berkilau-kilau memancarkan cahaya yang sangat indah dan menyejukkan hati.

Semua orang di suku tersebut ramai-ramai membicarakan tentang pulau berkilau tersebut. Penduduk desa terkagum-kagum dengan pancaran sinar dari pulau tersebut. Terbayang tempat yang sangat indah segala kenikmatan, kenyamanan dan semua kebahagiaan jika tinggal di pulau berkilau tersebut.

Jarak menuju pulau tersebut tidaklah jauh hanya saja mereka harus melewati 1 pulau. Yang diantara pulau yang satu dengan pulau yang lain mereka menghadapi tantangan tersendiri. Dari pulau mereka menuju pulau yang pertama mereka harus menghadapi gelombang dan arus laut yang maha dahsyat. Gelombang ini bisa menghanyutkan orang yang berusaha menaklukkannya. Dari pulau pertama menuju pulau berkilau selain ombaknya yang lebih ganas di laut ini dihuni pula oleh monster-monster laut yang besar dan siap menghancurkan kapal yang melewatinya juga ada perompak ganas yang sering merampok kapal-kapal yang melewatinya.

Penduduk desa berdebat keras mengenai bagaimana cara yang efektif untuk sampai ke pulau berkilau tersebut. Banyak teori yang telah dibangun oleh orang-orang cerdik pandai bagaimana cara melewati tantangan menuju pulau tersebut. Mereka saling berargumen dan berdebat keras tentang bagaimana cara yang paling cepat sampai kesana. Pembicaraan ini sampai di warung-warung kopi, perkumpulan-perkumpulan anak-anak, orang tua, laki-laki, perempuan semua membicarakannya.

Seorang pemuda yang terpesona melihat pulau itu dari kejauhan memutuskan untuk pergi ke sana karena ingin tahu keindahan apa yang terdapat di pulau berkilau tersebut. Ketika orang-orang desa masih sibuk berdebat, pemuda tersebut mengambil perahunya dan mendayung menuju pulau pertama. Orang-orang berteriak kepadanya untuk jangan meneruskan perjalanan, “kau bisa celaka anak muda, badanmu tidak akan kuat menahan ombak yang akan menerjangmu nanti” seru orang-orang desa meneriaki. “ sudah banyak pendahulumu yang mencobanya dan mereka semua tidak berhasil” kembalilah anak muda. Tapi pemuda tersebut tidak meperdulikan kata-kata orang-orang desa.

Setelah mengarungi lautan yang ombak dengan arus lautnya yang begitu kuat dan bisa melumatkan siapa saja yang menyebranginya dengan susah payah ahirnya pemuda tersebut sampai di pulau pertama. Pemuda tersebut kaget mengetahui ternyata sudah banyak orang yang berusaha menuju pulau berkilau tersebut. Mereka tinggal di pulau ini dan mendirikan rumah serta perkebunan untuk menunjang keperluan hidup mereka.

Orang-orang yang tinggal di pulau pertama sudah merasa puas bisa melihat pulau berkilau dari jarak yang lebih dekat walaupun belum sampai disana. “Disini sudah cukup nyaman bagi kami, buat apa pergi ke pulau berkilau dan membahayakan diri. Perjalanan kesana lebih berbahaya, selain kau harus menghadapi monster lau yang ganas kau juga harus menghadapi bajak laut yang akan merampok dan menghancurkan kapalmu”. Seru orang setempat menasehati. “Kau pikirkan lagi jika ingin pergi kesana anak muda. Apalagi dari badanmu kau bukan orang yang tangguh dan tidak punya keahlian untuk bertarung bagaimana mungkin kau bisa sampai di pulau berkilau dengan selamat. Sudahlah urungkan saja niatmu. Apakah tidak cukup bagimu segala kenikmatan yang kau dapatkan disini?” seru penduduk menasehati.

Si pemuda mulai memikirkan kata-kata penduduk setempat. Ada benarnya juga kata-kata mereka. Aku tidak mampu bertarung tidak mampu membuat kapal yang tangguh pikir pemuda tersebut. Lama pemuda tersebut melamunkan tujuannya. Atau aku urungkan saja niatku untuk pergi ke pulau tersebut sambil menatap pulau berkilau dari kejauhan. Disini aku sudah cukup nyaman dan tenang buat apa aku membahayakan diri bersusah payah menuju pulau itu. Tapi keindahan pulau berkilau itu mengalahkan kata-kata penduduk kampung. Ah aku harus sampai di pulau berkilau apapun resikonya.

Keesokan harinya ia mulau membuat perahu yang kuat dan cukup besar untuk pergi menuju pulau berkilau. Dilapisinya perahu tersebut dengan logam agar ketika diserang monster laut perahu ini akan tahan begitu pikir si pemuda. Perahunya dilengkapi dengan senjata yang canggih ia mendesain perahunya untuk menghadapi semua rintangan yang akan menimpanya. Ia mulai melatih diri dan belajar bertarung dan menggunakan senjata. Sehingga ketika berhadapan dengan perampok ia akan berhasil mengalahkannya. Siang malam ia berlatih tanpa kenal lelah. Penduduk pulau melihat apa yang dilakukan si pemuda mulai mencemooh dan mengatakan bahwa usahanya itu akan sia-sia.perfect_storm_21235909046

Pada hari yang telah direncanakan pemuda tersebut bersiap di pinggir pantai memulai perjalanan ke pulau berkilau. Si pemuda mulai mendayung dan mengembangkan layar menuju pulau berkilau. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan monster laut dan perampk yang diceritakan penduduk. Dengan persiapan yang matang dan usaha yang keras ahirnya monster laut yang ganas tersebut dapat dikalahkan dengan senjata dan keberanian si pemuda. Perampok yang mengejarnyapun dapat dikalahkan dengan pertempuran yang sengit dan melelahkan. Karena telah dikalahkan monster laut dan perampok tersebut bersedia membantu si pemuda untuk pergi ke pulau berkilau.

achieve-goalsAhirnya sampai juga si pemuda di pulau berkilau. Namun anehnya pulau itu adalah pulau biasa tidak ada yang special di pulau tersebut. Tidak lama berdatanganlah orang-orang penghuni pulau tersebut wajah mereka cerah dan bersinar. Nampak kebahagiaan di wajah mereka serta senyuman-senyuman kemenangan tersungging dari bibir mereka. Mereka menyambut pemuda tersebut dengan suka cita. Melihat tubuh pemuda tersebut yang semakin tangguh dan senyum kemengan juga tersungging di bibir pemuda tersebut. Pancaran kebahagiaan memancar jelas dari wajahnya. Si pemuda berhasil menaklukkan tantangan dan sampai di pulau berkilau. Yang ternyata kilauannya berasal dari wajah-wajah orang yang telah sampai disana.

mana yang akan kita lebih fokuskan? tantangannya, reaksi dan cemoohan orang atau hasil yang kita inginkan?

Kategori:Metaphor Tag:
  1. 14 Desember 2009 pukul 9:38 PM

    Halo Dang,
    Nice post lho. Knp bhenti! Keep blogging my Friend…
    Salam,

    • bettermind
      15 Desember 2009 pukul 8:41 AM

      terima kasih sudah mengingatkan
      ni sedang mempersiapkan tulisan lain..
      never stop to creative

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: