Beranda > Artikel > Pelayan

Pelayan


Jika saya ingin berkunjung ke tempat kerabat saya si cipayung Jakarta
Timur
. Saya harus 2 kali naik angkutan umum, naik bis sampai terminal
kampung rambutan lalu kemudian naik angkot jurusan kampung
rambutan-ujung aspal tempat rumah kerabat saya tersebut.
Konsekuensi logis jika anda naik angkutan umum, maka anda akan bertemu
dengan satria bergitar yang siap menghibur anda atau sebagian bahkan
mengganggu anda. Seperti biasa sang satria bergitar memberi sambutan
kepada penumpang dengan tutur kata yang mempunyai pola yang sama
hampir setiap pengamen. Mulailah sang satria memainkan senjata
andalannya dan bernyanyi dengan suara yang sedikit serak karena
mungkin sudah berapa lagu yang ia nyanyikan sebelumnya. Saya tertarik
dengan lagu yang dibawakan pengamen pada saat itu. Saya mendengarkan
dengan seksama lirik lagu yang dibawakan. Kata katanya kalau tidak
salah seperti ini “buat apa punya uang tapi tidak punya teman, buat
apa kaya raya tapi hidup sendiri. Jangan sombong karena anda punya
uang karena uang nggak dibawa mati. Zaman sekarang cari kerja susah
kemana-mana nggak ada lowongan” (saya lupa lirik aslinya, tapi intinya
seperti itu). Dan saya yakin lagu itu sudah dinyanyikan berulang ulang
pada setiap kesempatan.

Sobat sekalian
Kita mempunyai pelayan yang sangat patuh kepada kita. pelayan ini
selalu melindungi kita dari bahaya dan selalu siap melayani kita.
Pelayan itu bernama subconscious. Lirik yang dinyanyikan oleh pengamen
menggambarkan betapa kaya itu tidak memiliki teman dan mencari kerja
sekarang susah. Ketika lirik tersebut dinyanyikan berulang ulang maka
subconsiusnya akan mematuhi apa yang dikatakan oleh tuannya.

Apalagi kata-kata ini dinyanyikan dalam sebuah lagu. Ketika itu otak kanan
yang berperan aktif dan semua kata-kata akan diserap langsung oleh
subconscious. Hal ini akan berefek dan membentuk keyakinan dalam
subconscious bahwa menjadi kaya tidak enak karena tidak punya teman
dan mencari pekerjaan itu susah.

Subconscious hanya melayani tuannya dengan cara kerjanya sendiri.
subconscious akan menutup indera dan
pikiran dari semua peluang untuk mendapat pekerjaan dan peluang untuk
menjadi kaya. Perilaku yang ditunjukkan oleh pengamen tidak akan
mengarah pada kekayaan. Walaupun ketika ditanya apakah anda ingin
kaya? Secara sadar si pengamen akan bilang “pasti”. Namun subconscious
berkeyakinan lain dan ini lebih kuat dari apa yang dikatakan secara
sadar oleh pengamen. Terjadi ketidaksesuaian antara conscious dan
subconsciousnya

Penting bagi kita untuk menguasai subconscious kita agar sejalan
dengan apa yang kita inginkan (Singkron antara conscious dengan
subconscious ). Caranya adalah dengan mengetahui bagaimana cara kerja
subconscious dan memanfaatkannya untuk kepentingan kita. Agar kita
benar-benar menjadi tuan dari subconscious kita bukan malah menjadi
pelayannya.
Sudahkah subconscious anda menjadi pelayan anda?

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: