Beranda > Artikel > Game’s Who Build Your Mind

Game’s Who Build Your Mind


Di komputer saya ada games yang lumayan seru Games ini tentunya sama
dengan games yang lain. setelah berhasil melewati level 1 maka level
selanjutnya tingkat kesulitannyapun bertambah. Pasti ada maksud
tersendiri dari si pembuat games.

Yang menarik, waktu pertama saya mulai memainkan games ini pada level
6 mau naik ke level 7 saya kalah. Saya ulangi lagi dan kalah lagi pada
level 6. terus saya ulangi dan saya kalah lagi. Mulai timbul pikiran
bahwa setiap di level 6 saya akan selalu kalah. Saya sepertinya tidak
bisa mencapai level 7 dalam permainan ini.

Secara tidak sadar saya membangun mental block dalam pikiran saya,
yaitu setelah pertama kali gagal melewati level 6 di games komputer
dan secara tidak sengaja saya gagal di level yang sama saya mulai ragu
apakah saya bisa melewati level dan menuju level 7. setelah beberapa
kali pengulangan dan hasilnya adalah sama. Maka keyakinan bahwa saya
tidak bisa melewati level 6 dalam permainan ini semakin kuat dan
mengakar dalam pikiran saya. Alhasil saya semakin tidak berhasil
melewati level 6 dalam permainan itu.

Ketika kita merasa gagal menyelesaikan tugas atau gagal melakukan
sesuatu maka kepercayaan diri kita biasanya semakin berkurang. Dan
ketika secara tidak sengaja mengalami kegagalan yang sama, kita mulai
membangun keyakinan bahwa kita memang tidak bisa dan tidak berbakat
melakukan pekerjaan itu. Ketika pikiran ini muncul maka performa kita
dalam melakukan pekerjaan itu berkurang yang terjadi adalah pekerjaan
yang kita lakukan akan sama nasibnya dengan pekerjaan sebelumnya
bahkan lebih buruk lagi. keyakinan kita bahwa kita tidak dapat
melakukan pekerjaan tersebut akan semakin kuat.

Apalagi bila kita menceritakan ketidakmampuan kita tersebut dengan
orang lain. Pertama, dengan menceritakan sesuatu yang negatif dari
diri kita kepada orang lain maka kata-kata tersebut terdengar lagi
oleh kita, otak kita akan langsung saja menyimpan kata-kata kita tanpa
tau kita sedang bercanda atau serius dan langsung menjadi program
dalam ketidaksadaran bahwa kita tidak bisa melakukan pekerjaan
tersebut. Yang kedua ketika kita mengatakan sesuatu kepada orang lain
seolah-olah kita harus konsisten dan komitmen dengan apa yang kita
ucapkan. kita merasa harus menjalankan apa yang kita katakan kepada
orang lain. Hasilnya, karena pkiran kritis kita tidak bekerja dan
program negatif yang ada dalam ketidaksadaran kita semakin kuat dan
kita akan semakin tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut.

Dalam kajian hypnosis, ketika bawah sadar percaya dan kepercayaan itu sangat
kuat, maka kepecayaan tersebut mempengaruhi segala aspek diri kita
mulai dari psikologis, fisiologis bahkan reaksi fisik kita. Hal ini
sama seperti ketika anda dalam keadaan trance yang dalam dan anda
diminta mengangkat sehelai kertas namun anda disugesti bahwa anda
mengangkat tumpukan kertas yang berat, kenyataanya anda hanya
mengangkat sehelai kertas namun pikiran anda mengatakan anda mengangat
tumpukan kertas yang berat, fisik anda merasa anda mengangkat tumpukan
kertas yang berat, anda mengeluarkan keringat karena menahan beban
yang berat.  Jadilah kita adalah yang kita pikirkan.

Kategori:Artikel
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: