Beranda > Metaphor > Cabe Rawit

Cabe Rawit


Mendoan hehehe saya suka sekali dengan mahluk yang satu ini. Selain rasanya yang gurih-gurih gimanaa gitu. Ada cara tersendiri bagi saya untuk menikmati makanan yang satu ini. Saya suka melahap tempe lembek ini dengan cabe rawit. Wuiiihhh rasanya bisa anda bayangkan. Boleh anda tiru cara saya menikmati makanan khas jawa jawa tengah ini.

Sebelum saya melahap tempe sebesar telapak tangan orang dewasa ini saya selalu mengigit cabe rawit yang besarnya segede jari kelingking. Kruuk dengan cepat rasa pedas menjalar di lidah saya sampai kemulut, ketika rasa panas sudah hampir merasuk ke otak saya dan tubuh saya mulai mengeluarkan keringat dengan cepat saya melahap tempe lembek yang gurih tadi. Ingin rasanya memasukkan seluruh tempe ke dalam mulut saya.

Ketika keringat mulai mengucur dari dahi saya dan leher saya mulai terasa basah saya ambil lagi cabe rawit yang lebih besar memutus tangkai cabe rawit dengan sekali gigit mengunyah beberapa kali cabe rawit tadi dengan 3 – 4 kali kunyah seketika terasa panas mulai kembali menjalar baru saya menikmati hidangan dari kedelai ini dengan lahap. Beberapa kali kunyahan perpaduan kedelai dengan jamur tadi langsung saya telan hmmmm….. nikmatnya. Saya mengalami trance pada saat itu. Lupa dengan masalah lupa bahwa saya belum mandi, lupa bahwa saya barusaja dimarahi oleh bos bahkan lupa disebelah saya ada cewek cantik yang sedari tadi memperhatikan saya dan mungkin menganggap saya sudah gila. Pikiran, dan tubuh saya terfokus mengaduk-aduk panasnya cabe rawit dan gurihnya tempe mendoan dalam mulut saya. Menikmati sensasi dinamis rasa pedas yang coba dinetralkan oleh gurihnya makanan unik ini diatas lidah saya seraya mengeluarkan keringat dari seluruh tubuh.

SAYA TERHYPNOSIS TEMPE DAN CABE RAWIT.

Sobat sekalian

Sesekali kita perlu mengunyah cabe rawit dalam hidup kita. Cabe rawit yang membuat kita berkeringat katika bekerja, menikmati dinamisasi rasa dalam hidup kita. Merasakan sensasi pergantian dari pedas ke gurih dan mengaduknya dalam kehidupan sehari-hari. Memacu adrenalin untuk dengan cepat berkarya dan berinovasi. Cabe rawit yang membuat pikiran dan tubuh kita fokus dengan tujuan kita dan disaat yang sama menikmatinya.

Menafik pikiran yang mengganggu, mengacuhkan pendapat orang yang ingin membangun dinding penghalang di pikiran kita. Focus saja menikmati pedas dan gurihnya kehidupan kita. Cuma kita yang tau sensasi rasanya jangan tanya orang lain.

Jadikan kesulitan hidup sebagai cabe rawit. Membuat kita lebih kreatif, lebih giat bekerja, memacu adrenalin, dan yang pasti fokus dengan tujuan yang kita inginkan.

Kategori:Metaphor
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: