Arsip

Archive for September, 2008

Pulau Berkilau

16 September 2008 2 komentar

Di sebuah pulau tinggallah sekelompok suku yang hidup dengan rukun dan damai, segala keperluan mereka tercukupi tanpa kekurangan. Dari pulau tersebut terlihat di kejauhan pulau yang berkilau-kilau memancarkan cahaya yang sangat indah dan menyejukkan hati.

Semua orang di suku tersebut ramai-ramai membicarakan tentang pulau berkilau tersebut. Penduduk desa terkagum-kagum dengan pancaran sinar dari pulau tersebut. Terbayang tempat yang sangat indah segala kenikmatan, kenyamanan dan semua kebahagiaan jika tinggal di pulau berkilau tersebut.

Jarak menuju pulau tersebut tidaklah jauh hanya saja mereka harus melewati 1 pulau. Yang diantara pulau yang satu dengan pulau yang lain mereka menghadapi tantangan tersendiri. Dari pulau mereka menuju pulau yang pertama mereka harus menghadapi gelombang dan arus laut yang maha dahsyat. Gelombang ini bisa menghanyutkan orang yang berusaha menaklukkannya. Dari pulau pertama menuju pulau berkilau selain ombaknya yang lebih ganas di laut ini dihuni pula oleh monster-monster laut yang besar dan siap menghancurkan kapal yang melewatinya juga ada perompak ganas yang sering merampok kapal-kapal yang melewatinya.

Penduduk desa berdebat keras mengenai bagaimana cara yang efektif untuk sampai ke pulau berkilau tersebut. Banyak teori yang telah dibangun oleh orang-orang cerdik pandai bagaimana cara melewati tantangan menuju pulau tersebut. Mereka saling berargumen dan berdebat keras tentang bagaimana cara yang paling cepat sampai kesana. Pembicaraan ini sampai di warung-warung kopi, perkumpulan-perkumpulan anak-anak, orang tua, laki-laki, perempuan semua membicarakannya.

Seorang pemuda yang terpesona melihat pulau itu dari kejauhan memutuskan untuk pergi ke sana karena ingin tahu keindahan apa yang terdapat di pulau berkilau tersebut. Ketika orang-orang desa masih sibuk berdebat, pemuda tersebut mengambil perahunya dan mendayung menuju pulau pertama. Orang-orang berteriak kepadanya untuk jangan meneruskan perjalanan, “kau bisa celaka anak muda, badanmu tidak akan kuat menahan ombak yang akan menerjangmu nanti” seru orang-orang desa meneriaki. “ sudah banyak pendahulumu yang mencobanya dan mereka semua tidak berhasil” kembalilah anak muda. Tapi pemuda tersebut tidak meperdulikan kata-kata orang-orang desa.

Setelah mengarungi lautan yang ombak dengan arus lautnya yang begitu kuat dan bisa melumatkan siapa saja yang menyebranginya dengan susah payah ahirnya pemuda tersebut sampai di pulau pertama. Pemuda tersebut kaget mengetahui ternyata sudah banyak orang yang berusaha menuju pulau berkilau tersebut. Mereka tinggal di pulau ini dan mendirikan rumah serta perkebunan untuk menunjang keperluan hidup mereka.

Orang-orang yang tinggal di pulau pertama sudah merasa puas bisa melihat pulau berkilau dari jarak yang lebih dekat walaupun belum sampai disana. “Disini sudah cukup nyaman bagi kami, buat apa pergi ke pulau berkilau dan membahayakan diri. Perjalanan kesana lebih berbahaya, selain kau harus menghadapi monster lau yang ganas kau juga harus menghadapi bajak laut yang akan merampok dan menghancurkan kapalmu”. Seru orang setempat menasehati. “Kau pikirkan lagi jika ingin pergi kesana anak muda. Apalagi dari badanmu kau bukan orang yang tangguh dan tidak punya keahlian untuk bertarung bagaimana mungkin kau bisa sampai di pulau berkilau dengan selamat. Sudahlah urungkan saja niatmu. Apakah tidak cukup bagimu segala kenikmatan yang kau dapatkan disini?” seru penduduk menasehati.

Si pemuda mulai memikirkan kata-kata penduduk setempat. Ada benarnya juga kata-kata mereka. Aku tidak mampu bertarung tidak mampu membuat kapal yang tangguh pikir pemuda tersebut. Lama pemuda tersebut melamunkan tujuannya. Atau aku urungkan saja niatku untuk pergi ke pulau tersebut sambil menatap pulau berkilau dari kejauhan. Disini aku sudah cukup nyaman dan tenang buat apa aku membahayakan diri bersusah payah menuju pulau itu. Tapi keindahan pulau berkilau itu mengalahkan kata-kata penduduk kampung. Ah aku harus sampai di pulau berkilau apapun resikonya.

Keesokan harinya ia mulau membuat perahu yang kuat dan cukup besar untuk pergi menuju pulau berkilau. Dilapisinya perahu tersebut dengan logam agar ketika diserang monster laut perahu ini akan tahan begitu pikir si pemuda. Perahunya dilengkapi dengan senjata yang canggih ia mendesain perahunya untuk menghadapi semua rintangan yang akan menimpanya. Ia mulai melatih diri dan belajar bertarung dan menggunakan senjata. Sehingga ketika berhadapan dengan perampok ia akan berhasil mengalahkannya. Siang malam ia berlatih tanpa kenal lelah. Penduduk pulau melihat apa yang dilakukan si pemuda mulai mencemooh dan mengatakan bahwa usahanya itu akan sia-sia.perfect_storm_21235909046

Pada hari yang telah direncanakan pemuda tersebut bersiap di pinggir pantai memulai perjalanan ke pulau berkilau. Si pemuda mulai mendayung dan mengembangkan layar menuju pulau berkilau. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan monster laut dan perampk yang diceritakan penduduk. Dengan persiapan yang matang dan usaha yang keras ahirnya monster laut yang ganas tersebut dapat dikalahkan dengan senjata dan keberanian si pemuda. Perampok yang mengejarnyapun dapat dikalahkan dengan pertempuran yang sengit dan melelahkan. Karena telah dikalahkan monster laut dan perampok tersebut bersedia membantu si pemuda untuk pergi ke pulau berkilau.

achieve-goalsAhirnya sampai juga si pemuda di pulau berkilau. Namun anehnya pulau itu adalah pulau biasa tidak ada yang special di pulau tersebut. Tidak lama berdatanganlah orang-orang penghuni pulau tersebut wajah mereka cerah dan bersinar. Nampak kebahagiaan di wajah mereka serta senyuman-senyuman kemenangan tersungging dari bibir mereka. Mereka menyambut pemuda tersebut dengan suka cita. Melihat tubuh pemuda tersebut yang semakin tangguh dan senyum kemengan juga tersungging di bibir pemuda tersebut. Pancaran kebahagiaan memancar jelas dari wajahnya. Si pemuda berhasil menaklukkan tantangan dan sampai di pulau berkilau. Yang ternyata kilauannya berasal dari wajah-wajah orang yang telah sampai disana.

mana yang akan kita lebih fokuskan? tantangannya, reaksi dan cemoohan orang atau hasil yang kita inginkan?

Iklan
Kategori:Metaphor Tag:

Sarjana Siap Pakai

12 September 2008 Tinggalkan komentar

lulus smu seneng bukan maen sampe-sampe baju putih yang biasa dipake buat sekolah udah berubah warna kuning merah ijo (udah kayak bendera negara entah berantah). rambut berani di cat warna-warni mungkin karena udah gak bakal ketemu kepala sekolah,guru,dan guru bk yang selalu negor kalo ada yang aneh-aneh, pokoknya udah bebas deh.  konvoi bareng temen-temen  keliling kota cuma mau nunjukin bahwa kita udah lulus. nongkrong di jalan trus ngajakin graduateanak sekolah laen tawuran, serasa gak akan tawuran lagi nantinya.
seminggu kemudian terima ijazah SMA lulus dengan nilai bisa dibilang lumayan lah gak bego-bego amat. trus ngapain lagi? bingung? mau kuliah dimana? jurusan apa?
dengan beberapa kerja keras, beberapa uang sogokan dan beberapa keberuntungan akhirnya bisa masuk juga masuk universitas negeri atau swasta. dengan jurusan yang sebelumnya gak pernah tau dan gak pernah direncanain sebelumnya. masuklah dunia yang baru dimana kebebasan berfikir dan bertindak menjadi hal yang biasa tidak seperti di SMA dulu. dunia akademis dimana beberapa orang bilang orang-orang yang belajar di sini menjadi agen perubahan.
pertama masuk kuliah menghadapai senior yang siap menggencet ade kelas yang baru masuk, dikerjain, dimarahin, tapi ada juga yang baeknya seperti saya dulu. penyamaian visi misi universitas yang ingin membekali mahasiswanya dengan berbagai keahlian yang membuat mahasiswa nantinya siap menghadapi tantangan pekerjaan dan menjadi sarjana yang siap pakai.
ketemu dengan pola belajar yang sama sekali baru dimana pengajarnya kok jarang ngasih materi cuma tugas,bikin makalah paper penelitian, presentasi, dan diskusi.  dosen yang kiler dan gak mau tau jadi santapan sehari-hari.  materi-materi kuliah yang berat dan kadang bikin senewen seperti filsafat dan kewarganegaraan nama lain dari ppkn (kalo masih ada). belum lagi  materi-materi pokok  kuliah  dan  tugas-tugasnya yang seabreg-abreg. trus ditambah lagi dengan administrasi perkuliahan yang bikin pusing.
kebayang susahnya kuliah dengan tantangan seperti itu. tapi mau gak mau harus dijalanin juga selama 4 tahun mengenyam materi yang katanya bakalan mencetak sarjana yang siap pakai itu. setelah susah payah kuliah akhirnya sampe juga ke tahapan pembuatan dan sidang skripsi. akhirnya lulus sidang skripsi dengan nilai A dan  lulus kuliah dengan predikat cukup memuaskan. senang bahagia, tapi gak seperti lulus SMA dulu. gak ada coret-coret baju, gak ada konvoi-konvio dll.
wisuda sarjana seminggu lagi, udah deg-degan aja mau wisuda sarja. sodara dari kampung diundangin, orang tua kalo yang dikampung di panggil buat nyaksiin kita wisuda sarjana. kebanggan dan persembahan buat orang tua dan keluarga besar. maka dengan bangganya orangtua kita akan bilang “anak saya yang no sekian sekarang sudah sarjana, nilainya juga bagus”.
besoknya status kita udah berganti dari mahasiswa menjadi sarjana. yang sebenernya sih pengangguran juga karena emang nggak ada pekerjaan. senang wisudanya sudah habis! masuk ke dunia yang tantangannya lebih besar lagi.
dengan semangat 45 dan gelar sarjana mulai deh masukin lamaran kerja ke beberapa perusahaan. tapi gimana ya cara bikin surat lamaran kerja? beli buku cara bikin lamaran kerja di toko buku lalu contek sana sini akhirnya bisa juga. tapi kok keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja saya gak punya selain jurusan kuliah yang saya ambil?. kompetensi-kompetensi pokok yang dibutuhkan di dunia kerja tidak diajarkan waktu kuliah dulu. saya gak punya jiwa kepemimpinan, tidak bisa bekerja dibawah tekanan, tidak bisa menganalisis kebutuhan, gak bisa kerja dengan orang lain masih banyak lagi yang saya gak bisa. alhasil lamaran cuma berakhir di tong sampah bagian HRD dan tidak lebih. ngakalin surat lamaran akhirnya dilakukan juga. saya punya kopmetensi yang bapak butuhkan begitu di surat lamaran kerja.im_why_graduate_0407
panggilan wawancara dateng juga. baju rapih, pake sepatu formal, rambut bersih nggak lupa pake dasi kalo laki-laki. dateng ke perusahaan buat tes wawancara. ternyata yang antri panjang juga. sedikit ngerasa bangga bisa masuk ke tes wawancara dari ribuan lamaran yang jadi saingan. udah nunggu lama akhirnya giliran kita dipanggil buat masuk ke ruang wawancara. deg….deg….deg…deg
masuk ruang wawancara udah ada interviewer nunggu. disapa dengan ramah oleh interviewer dan dipersilahkan duduk, makin degdegan. ditanya ini itu gak bisa jawab aaaa. eeeee. uuuuu. akhirnya pulang kerumah lagi.
setahun sudah jadi pengangguran bertitel sarjana kali ini lamaran udah gak sesuai dengan jurusan kuliah. kerjaan apa aja asal ada dikirimi lamaran. putus asa ngelamar kok gak diterima-terima. udah kuliah 4 tahun susah, masuk dunia kerja lebih susah lagi. ngapain aja dikampus dulu? lulus kok jadi sarjana tidak siap pakai! tanya kenapa?

Kategori:everyday life

Game’s Who Build Your Mind

12 September 2008 Tinggalkan komentar

Di komputer saya ada games yang lumayan seru Games ini tentunya sama
dengan games yang lain. setelah berhasil melewati level 1 maka level
selanjutnya tingkat kesulitannyapun bertambah. Pasti ada maksud
tersendiri dari si pembuat games.

Yang menarik, waktu pertama saya mulai memainkan games ini pada level
6 mau naik ke level 7 saya kalah. Saya ulangi lagi dan kalah lagi pada
level 6. terus saya ulangi dan saya kalah lagi. Mulai timbul pikiran
bahwa setiap di level 6 saya akan selalu kalah. Saya sepertinya tidak
bisa mencapai level 7 dalam permainan ini.

Secara tidak sadar saya membangun mental block dalam pikiran saya,
yaitu setelah pertama kali gagal melewati level 6 di games komputer
dan secara tidak sengaja saya gagal di level yang sama saya mulai ragu
apakah saya bisa melewati level dan menuju level 7. setelah beberapa
kali pengulangan dan hasilnya adalah sama. Maka keyakinan bahwa saya
tidak bisa melewati level 6 dalam permainan ini semakin kuat dan
mengakar dalam pikiran saya. Alhasil saya semakin tidak berhasil
melewati level 6 dalam permainan itu.

Ketika kita merasa gagal menyelesaikan tugas atau gagal melakukan
sesuatu maka kepercayaan diri kita biasanya semakin berkurang. Dan
ketika secara tidak sengaja mengalami kegagalan yang sama, kita mulai
membangun keyakinan bahwa kita memang tidak bisa dan tidak berbakat
melakukan pekerjaan itu. Ketika pikiran ini muncul maka performa kita
dalam melakukan pekerjaan itu berkurang yang terjadi adalah pekerjaan
yang kita lakukan akan sama nasibnya dengan pekerjaan sebelumnya
bahkan lebih buruk lagi. keyakinan kita bahwa kita tidak dapat
melakukan pekerjaan tersebut akan semakin kuat.

Apalagi bila kita menceritakan ketidakmampuan kita tersebut dengan
orang lain. Pertama, dengan menceritakan sesuatu yang negatif dari
diri kita kepada orang lain maka kata-kata tersebut terdengar lagi
oleh kita, otak kita akan langsung saja menyimpan kata-kata kita tanpa
tau kita sedang bercanda atau serius dan langsung menjadi program
dalam ketidaksadaran bahwa kita tidak bisa melakukan pekerjaan
tersebut. Yang kedua ketika kita mengatakan sesuatu kepada orang lain
seolah-olah kita harus konsisten dan komitmen dengan apa yang kita
ucapkan. kita merasa harus menjalankan apa yang kita katakan kepada
orang lain. Hasilnya, karena pkiran kritis kita tidak bekerja dan
program negatif yang ada dalam ketidaksadaran kita semakin kuat dan
kita akan semakin tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut.

Dalam kajian hypnosis, ketika bawah sadar percaya dan kepercayaan itu sangat
kuat, maka kepecayaan tersebut mempengaruhi segala aspek diri kita
mulai dari psikologis, fisiologis bahkan reaksi fisik kita. Hal ini
sama seperti ketika anda dalam keadaan trance yang dalam dan anda
diminta mengangkat sehelai kertas namun anda disugesti bahwa anda
mengangkat tumpukan kertas yang berat, kenyataanya anda hanya
mengangkat sehelai kertas namun pikiran anda mengatakan anda mengangat
tumpukan kertas yang berat, fisik anda merasa anda mengangkat tumpukan
kertas yang berat, anda mengeluarkan keringat karena menahan beban
yang berat.  Jadilah kita adalah yang kita pikirkan.

Kategori:Artikel

Iklan Yang Menghipnosis

12 September 2008 Tinggalkan komentar

sebuah iklan dibuat dan ditayangkan terus menerus dengan
tujuan agar barang yang diiklankan tersebut masuk ke dalam mind masyarakat dan
menancap kuat di benak masyarakat sehingga ketika masyarakat pergi ke
ssupermarket atau warung yang disebut kepada pemilik warung adalah barang yang
diiklankannya tersebut. penting bagi orang-orang marketing untuk bisa membuat
iklannya tertanam kuat dalam pikiran masyarakat. . tujuannya adalah membypass
alam sadar sehingga produk yang diiklankan tidak di tolak oleh masyarakat dan
masuk ke dalam memorinya.

dengan mempelajari prinsip-prinsip kerja pikiran dan bawah
sadar manusia hal ini bisa dengan mudah dilakukan. untuk itu prinsip belajar
dengan pengulangan, dan melibatkan emosi bawah sadar digunakan oleh orang-orang
advertising ketika membuat iklan.

insting manusia salah satunya adalah mencari pasangan
(insting lain seperti pemenuhan kebutuhan akan makanan, ketakutan, kesenangan,
mendapatkan teman, dihargai dll juga ada namun tidak kita bahas disini). sudah
alami dalam bawah sadar manusia kita punya insting ini. manusia memiliki
insting bahwa manusia harus meneruskan keturunan kita (berhubungan seks), kita
ingin mendapat perhatian dan kasih sayang dari lawan jenis (Pacar, istri/suami,
yang punya kelainan orientasi seksual pun termasuk didalamnya)

insting ini yang dibangkitkan oleh orang-orang advertising
dalam iklannya. kita bisa amati berapa banyak iklan yang menggunakan cara ini,
sebut saja iklan Bedak BB harum sari, permen kiss, conello ice cream, rexona
dan masih banyak lagi(maaf menyebut merek).

pesan yang ingin disampaikan adalah produk tersebut bisa
membuat kita mendapatkan pasangan/ jodoh jika mendapatkan pasangan maka kita
akan mendapat kasih sayang, dan lebih jauh lagi kita bisa meneruskan keturunan
kita.

disini iklan menjadi sarana untuk pemenuhan kebutuhan yang
lain. bukan fungsi barang yang sesungguhnya. maksudnya axe bukan hanya untuk
membuat tubuh kita wangi saja melainkan dengan tubuh menjadi harum maka akan
banyak wanita yang akan datang kepada anda. selanjutnya “terserah
anda”.

informasi ini yang masuk ke dalam ingatan atau kalau
orang-orang NLP bilang masuk ke dalam alam bawah sadar seseorang. sehingga
orang tersebut tergerak untuk membeli produknya. jenius bukan?

di lain pihak produk-produk tersebut ketika sudah masuk ke
dalam benak seseorang bisa menjadi picu
(anchor) yang bisa membuat seseorang bisa naik rasa percaya dirinya. badan
tidak harum = tidak percaya diri , badan harum = percaya diri. menggunakan axe
= badan harum = percaya diri. (padahal jika kita perhatikan ada juga orang yang
badannya tidak harum tapi bisa juga percaya diri).

karena saya sudah pake axe maka saya menjadi harum maka saya
menjadi lebih percaya diri, ketika orang tersebut sudah percaya diri maka ingin
mendekati wanita manapun dia akan enjoy2 aja. karena percaya dirinya sudah
muncul.

inilah bentuk pelet, jimat, rajah pemeuna di zaman modern.
tetap saja dari dulu pemenuhan insting dasar yang digunakan.

Kategori:Artikel

Pelayan

12 September 2008 Tinggalkan komentar

Jika saya ingin berkunjung ke tempat kerabat saya si cipayung Jakarta
Timur
. Saya harus 2 kali naik angkutan umum, naik bis sampai terminal
kampung rambutan lalu kemudian naik angkot jurusan kampung
rambutan-ujung aspal tempat rumah kerabat saya tersebut.
Konsekuensi logis jika anda naik angkutan umum, maka anda akan bertemu
dengan satria bergitar yang siap menghibur anda atau sebagian bahkan
mengganggu anda. Seperti biasa sang satria bergitar memberi sambutan
kepada penumpang dengan tutur kata yang mempunyai pola yang sama
hampir setiap pengamen. Mulailah sang satria memainkan senjata
andalannya dan bernyanyi dengan suara yang sedikit serak karena
mungkin sudah berapa lagu yang ia nyanyikan sebelumnya. Saya tertarik
dengan lagu yang dibawakan pengamen pada saat itu. Saya mendengarkan
dengan seksama lirik lagu yang dibawakan. Kata katanya kalau tidak
salah seperti ini “buat apa punya uang tapi tidak punya teman, buat
apa kaya raya tapi hidup sendiri. Jangan sombong karena anda punya
uang karena uang nggak dibawa mati. Zaman sekarang cari kerja susah
kemana-mana nggak ada lowongan” (saya lupa lirik aslinya, tapi intinya
seperti itu). Dan saya yakin lagu itu sudah dinyanyikan berulang ulang
pada setiap kesempatan.

Sobat sekalian
Kita mempunyai pelayan yang sangat patuh kepada kita. pelayan ini
selalu melindungi kita dari bahaya dan selalu siap melayani kita.
Pelayan itu bernama subconscious. Lirik yang dinyanyikan oleh pengamen
menggambarkan betapa kaya itu tidak memiliki teman dan mencari kerja
sekarang susah. Ketika lirik tersebut dinyanyikan berulang ulang maka
subconsiusnya akan mematuhi apa yang dikatakan oleh tuannya.

Apalagi kata-kata ini dinyanyikan dalam sebuah lagu. Ketika itu otak kanan
yang berperan aktif dan semua kata-kata akan diserap langsung oleh
subconscious. Hal ini akan berefek dan membentuk keyakinan dalam
subconscious bahwa menjadi kaya tidak enak karena tidak punya teman
dan mencari pekerjaan itu susah.

Subconscious hanya melayani tuannya dengan cara kerjanya sendiri.
subconscious akan menutup indera dan
pikiran dari semua peluang untuk mendapat pekerjaan dan peluang untuk
menjadi kaya. Perilaku yang ditunjukkan oleh pengamen tidak akan
mengarah pada kekayaan. Walaupun ketika ditanya apakah anda ingin
kaya? Secara sadar si pengamen akan bilang “pasti”. Namun subconscious
berkeyakinan lain dan ini lebih kuat dari apa yang dikatakan secara
sadar oleh pengamen. Terjadi ketidaksesuaian antara conscious dan
subconsciousnya

Penting bagi kita untuk menguasai subconscious kita agar sejalan
dengan apa yang kita inginkan (Singkron antara conscious dengan
subconscious ). Caranya adalah dengan mengetahui bagaimana cara kerja
subconscious dan memanfaatkannya untuk kepentingan kita. Agar kita
benar-benar menjadi tuan dari subconscious kita bukan malah menjadi
pelayannya.
Sudahkah subconscious anda menjadi pelayan anda?

Kategori:Artikel

Metaphor Burung

12 September 2008 Tinggalkan komentar

Dalam suatu danau yang airnya dalam hiduplah satu jenis burung yang memakan ikan dengan paruhnya. Burung-burung itu hidup berkelompok dan bergerombol. Hidup di danau memang keras hanya burung dengan paruh yang panjang dan cekatan saja yang dapat menangkap banyak ikan.
Sedangkan burung yang paruhnya pendek dan tidak cekatan hanya dapat sedikit ikan dan setiap hari masih merasa lapar karena tidak cukup makan.

Di lain pihak hidup pula kawanan burung yang tinggal di danau yang airnya dangkal. Mereka mencari makan dengan cakar mereka, makanan mereka ikan -ikan kecil yang sering bersemayam di dasar danau. Hanya burung dengan cakar yang panjang dan cekatan saja yang dapat mendapatkan makanan yang banyak.

Musim kemarau panjang mulai datang dan tak ayal juga melanda kedua danau tempat kawanan burung itu tinggal. Sebagian di danau pertama menjadi kering namun masih ada cukup makanan buat kawanan burung itu.
Namun tidak demikian di danau yang lain. Musim kemarau telah membuat danau itu kering .
Musim kering membuat kawanan burung lain yang berada di danau yang dangkal telah kering memaksa mencari tempat yang masih terdapat air dan ikan.

Mereka satu persatu pindah ke danau pertama tempat kawananan burung yang masih ada airnya. Kawanan burung yang baru datang tadi mulai mencari makan dengan cakarnya.
Namun karena danau di tempat yang baru dalam dan mencari ikan dengan cakar tidak begitu efektif, mereka harus belajar mencari makan dengan paruh mereka.
walaupun sangat sulit karena paruh mereka tidak didesain untuk itu, mereka tetap giat mencari makan disana.

Dengan susah payah dan belajar dengan coba salah ulangi lagi salah ulangi lagi terus dengan gigih mencari makan. Mereka mulai mencontoh burung yang sudah tinggal disana sebelumnya. Dan menemukan cara yang efektif menggunakan paruh mereka

Kawanan burung yang sebelumnya tinggal disana mulai merasa resah.
Kebanyakan yang resah adalah burung dengan paruh yang lebih pendek dan tidak begitu cekatan mencari makan. Hidup mereka terasa terancam dengan datangnya kawanan burung yang baru datang.
Walaupun sebenarnya makanan masih tersedia banyak di danau itu dan cukup untuk mereka semua.

“Wah kalo begini kemungkinan kita mendapat makanan semakin
kecil saja nih” ujar salah satu burung yang tidak cekatan.

“Benar, lihat saja cara mereka mencari makan, sangat tidak berguna menggunakan
cakar dan paruh yang tidak begitu kuat bukan buat menangkap ikan di
perairan dalam seperti kita” timpal burung yang lain. “Bagaimana
menurutmu?” ujar salah satu burung yang mempunyai paruh lebih pendek
dan kurang cekatan yang kepada burung sangat cekatan mencari makan.

Namun burung yang cekatan itu menghiraukan pertanyaan burung tadi.
Baginya dia tidak merasa takut akan kekurangan makanan. Makanan begitu
banyak tersedia di danau dan dia dapat tetap mencari makan dengan
paruhnya yang panjang dan cekatan.

Kita terkadang menyalahkan orang lain karena ketidakmampuan kita.
Bukan merefleksi diri dan memperbaiki kekurangan kita. Secara tidak
sadar kita takut tempat mencari makan kita diambil oleh orang lain
(mentalitas kekurangan). Padahal Allah swt tuhan semesta alam
memberikan rejeki kepada kita yang tidak terhingga.
Masihkah ada mentalitas kekurangan seperti itu dalam diri kita sebagai seorang
karyawan ?.

Kategori:Metaphor

Cabe Rawit

12 September 2008 Tinggalkan komentar

Mendoan hehehe saya suka sekali dengan mahluk yang satu ini. Selain rasanya yang gurih-gurih gimanaa gitu. Ada cara tersendiri bagi saya untuk menikmati makanan yang satu ini. Saya suka melahap tempe lembek ini dengan cabe rawit. Wuiiihhh rasanya bisa anda bayangkan. Boleh anda tiru cara saya menikmati makanan khas jawa jawa tengah ini.

Sebelum saya melahap tempe sebesar telapak tangan orang dewasa ini saya selalu mengigit cabe rawit yang besarnya segede jari kelingking. Kruuk dengan cepat rasa pedas menjalar di lidah saya sampai kemulut, ketika rasa panas sudah hampir merasuk ke otak saya dan tubuh saya mulai mengeluarkan keringat dengan cepat saya melahap tempe lembek yang gurih tadi. Ingin rasanya memasukkan seluruh tempe ke dalam mulut saya.

Ketika keringat mulai mengucur dari dahi saya dan leher saya mulai terasa basah saya ambil lagi cabe rawit yang lebih besar memutus tangkai cabe rawit dengan sekali gigit mengunyah beberapa kali cabe rawit tadi dengan 3 – 4 kali kunyah seketika terasa panas mulai kembali menjalar baru saya menikmati hidangan dari kedelai ini dengan lahap. Beberapa kali kunyahan perpaduan kedelai dengan jamur tadi langsung saya telan hmmmm….. nikmatnya. Saya mengalami trance pada saat itu. Lupa dengan masalah lupa bahwa saya belum mandi, lupa bahwa saya barusaja dimarahi oleh bos bahkan lupa disebelah saya ada cewek cantik yang sedari tadi memperhatikan saya dan mungkin menganggap saya sudah gila. Pikiran, dan tubuh saya terfokus mengaduk-aduk panasnya cabe rawit dan gurihnya tempe mendoan dalam mulut saya. Menikmati sensasi dinamis rasa pedas yang coba dinetralkan oleh gurihnya makanan unik ini diatas lidah saya seraya mengeluarkan keringat dari seluruh tubuh.

SAYA TERHYPNOSIS TEMPE DAN CABE RAWIT.

Sobat sekalian

Sesekali kita perlu mengunyah cabe rawit dalam hidup kita. Cabe rawit yang membuat kita berkeringat katika bekerja, menikmati dinamisasi rasa dalam hidup kita. Merasakan sensasi pergantian dari pedas ke gurih dan mengaduknya dalam kehidupan sehari-hari. Memacu adrenalin untuk dengan cepat berkarya dan berinovasi. Cabe rawit yang membuat pikiran dan tubuh kita fokus dengan tujuan kita dan disaat yang sama menikmatinya.

Menafik pikiran yang mengganggu, mengacuhkan pendapat orang yang ingin membangun dinding penghalang di pikiran kita. Focus saja menikmati pedas dan gurihnya kehidupan kita. Cuma kita yang tau sensasi rasanya jangan tanya orang lain.

Jadikan kesulitan hidup sebagai cabe rawit. Membuat kita lebih kreatif, lebih giat bekerja, memacu adrenalin, dan yang pasti fokus dengan tujuan yang kita inginkan.

Kategori:Metaphor